Thursday, November 19, 2009

2 hari tak sekedar training

Training MCB 2 hari kemarin, bukan sekedar training buatku. Lebih dari itu, disana adalah majelis ilmu yang dahsyat buatku. Benar2 ngangsu kawruh istilahnya. Aku g peduli siapa yang menyampaikan ilmu itu, g peduli bagaimana tanggapan orang tentang keberadaan training itu. Yang jelas, disana aku banyak dapat ilmu, yang InsyaAlloh bermanfaat, yang InsyaAlloh bisa diterapkan di hidupku.

Training kemarin terasa amat mahal kalo hanya diukur dari senang2nya saja. Dari ketemu dengan sahabat, atau dari Capueranya. Tapi akan terasa amat murah harganya, apabila dilihat dari segi ilmunya. Subhanalloh, salut untuk Pak Ari yang memang total dalam menggali ilmu dan dengan rendah hati mau berbagi pada semua.

Banyak ilmu yang aku bisa ambil disana, salah satunya adalah ilmu tentang "Mengeluh dalam hidup". Tiap orang pasti pernah punya masalah yang berat, sampai mungkin kadang kerasa hampir putus asa. Tiap orang pasti pernah sedih, sampe2 ngerasa kalo Alloh itu jahat sama kita. Padahal, kalo kita telusur lagi, "sudah berapa lama sih kita sedih / susah?" kalo dibandingkan dengan lamanya kita diberi kebahagiaan dan kemudahan sama Alloh, setara kah? pasti jawabannya tidak! ibarat seumur hidup, pasti nikmat Alloh pada kita jauuuuuuuuuuuuh diatas kesulitan yang kita rasa. Untuk itu, tak ada kata putus asa! SEMANGAT, SEMANGAT & SEMANGAT!!! Jangan lupa bahwa dunia ini adalah kawah candradimuka. Kita ditempa didalamnya untuk menjadi pribadi yang kuat! pribadi yang tangguh.. Jangan mau menjadi pribadi yang setenga2, bisa2 kita hanya menjadi arang yang mudah rapuh! tapi jadilah batu! jadilah intan, yang keras.. jauh lebih keras daripada baja. Namun indah.. indah tak terperi.

Satu lagi yang paling penting, jangan cuma berhenti pada teori, tapi praktek! praktek & praktek! praktekan ilmu itu di setiap sendi hidupku! InsyaAlloh.. SEMANGATTT!!!

Siapa?

Kamu.. yang selalu menjaga perasaan ku.. Terimakasih..




Teruntuk : 'yang bersedia menjaga perasaanku' huehehehe.. ra nggenah ki!

Lancarkan rejeki ku, Lapangkan hatiku..

Dulu, waktu aku belum bekerja, waktu semuanya masih bergantung
pada pemberian orang tua, di hati itu selalu terbersit keinginan untuk
bisa beramal sedekah yang melimpah. Yah waktu itu jaman sekolah, jadi melimpahnya anak sekolah
ya mungkin berkisar jumlah uang sakunya selama seminggu mungkin.

Setelah aku kerja, dengan segala yang aku bisa dapatkan sekarang,
aku pikir kalo apa yang aku beri sudah g sebanding lagi. Seharusnya aku bisa memberi lebih dari itu
Seharusnya yg aku beri lebih bisa bermanfaat lagi. Kadang sifat kikir ku masih nggandul di hati.
Mau sedekah aja masih mikir2 dulu "duh budget ini masih harus dipake ini, bla bla bla bla.." Astaghfirulloh..

jadi do'a yang teruuuuuuuuuuuuuuuuuss aku panjatkan sekarang, di setiap aku dalam perjalanan kapanpun dimanapun
setiap liat jalan beserta segala komposisi nya (maksutnya entah pengemis, entah orang yg terlihat kesusahan dll) aku terus berucap dalam hati
"ya Alloh, lancarkanlah rejekiku, namun ya Alloh, lapangkan pula hatiku, sebesar engkau melapangkan rejekiku.. agar selalu, aku dapat berbagi dengan mereka yg memang membutuhkan.. Amin.."

Monday, November 16, 2009

Terlalu ekstrim apa?

Memangnya status di gmail ku itu terlalu ekstrim ya? banyak yang langsung pada komen. Yang tidak biasa ngajak chat tiba2 ngajak chatting. Bukan bermaksud cari sensai atau bagaimana, tapi bisa dibilang itu luapan rasa hati lah!
"Aku siap Menikah!!" itu adalah status di gtalk ku. Mutlak status itu aku tujukan untuk diriku sendiri. G ada sama sekali maksut menunjuk satu orang atau siapapun. Toh memang selama ini aku belum berani berangan2 untuk bisa menikah dengan si A atau si B atau siapalah itu. Aku hanya meyakinkan diri, bahwa inilah saatnya! saatnya untuk aku bisa memantapkan hati! pada siapa? ya aku belum tahu! makanya aku perlu istikharoh lagi,,

Yup! betul sekali, istikharoh lagi! Kemarin2 sempat tidak aku lakukan lagi. Sempat kendur semangatnya. tapi aku g mau terus menerus berada di kefuturan. Aku mau action! mau memantapkan hati, agar dibukakan jalan, agar dimudahkan. Ngeri kalo aku mbayangin nanti di akhirat kelak Rosululloh sama sekali tidak mau memandangku gara2 aku tidak menikah padahal aku siap. Boro2 diberi syafaat, dilirik pun engga'! Na'udzubillah...

Aku bersiap untuk memantapkan hati, untuk siapapun dia, yang memiliki visi & misi hidup sama seperti ku. Sebagai seorang anak, seorang muslim, seorang pekerja, seorang siswa, seorang saudara, seorang istri, seorang suami, seorang ayah, seorang ibu, dan yang pasti seorang Hamba! siapapun dia.. aku belum tahu! kamu yang sama sepertiku.. aku tunggu!

Wednesday, November 11, 2009

Song from my heart :P

Jika ada yang bilang ku lupa kau
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku tak setia
Jangan kau dengar

Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau

Jika ada yang bilang ku tak baik
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku berubah
Jangan kau dengar

Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau

Reff:
Saat kau ingat aku ku ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan
Tuhan yang tahu ku cinta kau

Jika kau tak percaya pada ku
Sakitnya aku
Jika kau lebih dengar mereka
Sedih hatiku
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau

Back to Reff:

Saat kau ingat aku ku ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Kau tahu ku juga ingin denganmu
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan
Tuhan yang tahu ku cinta kau

Tuesday, November 10, 2009

Sejahat itukah?

Kata seorang teman, aku ini orang yang terlalu polos. Dengan sikap polosku ini, kadang aku jadi mudah percaya apa yang dikatakan orang lain. Ada yang bilang juga kalau aku orang yang terlalu sederhana dalam berfikir. Karena itu aku jarang mencari tahu secara detail mengenai suatu kebenaran. Dengan segala keterbatasanku ini, aku kadang merasa sering dibohongi orang yang sebelumnya aku percaya. Kadang merasa hanya seperti dimanfaatkan saja. Ketika butuh, mereka datang dan ketika tidak butuh mereka hilang.
Pernah waktu itu, aku merasa sedih, waktu itu ibu pernah bilang "Kowe kok gelem dimanfaatke?", dimanfaatke? Astaghfirulloh, apa iya si? pernah juga waktu itu sambil berusaha nutupin tetesan air mata (kaya anak kecil) aku nggumam (tau nggumam khan?) "Kok tega ya dia mbohongin aku?". Kadang aku ngerasa bodooooooh sekali.
Tapi yah.. memang mungkin itu kekuranganku, kelemahanku. Dengan segala keterbatasanku itu, aku tetep merasa beruntung karena aku dijauhkan dari segala rasa dendam, rasa sakit hati, atau juga prasangka buruk. Karena ketika aku sakit hatinya, aku bisa dengan mudah memaafkan. Satu keyakinanku, pada dasarnya semua orang itu baik! Setiap orang memiliki fitrah yang bersumber dari AsmaNya yang mulia. Hanya saja keadaan yang membuatnya kadang menjauh dari fitrah. Setiap saat, aku hanya bisa memohon padaNya, agar senantiasa melindungiku, dari segala kekuranganku ini. Amin...

Bau Taux!!!

Bulan Dzulhijah memang identik dengan orang berangkat haji & juga pasti dengan Idhul Kurban. Ya iyalah, wong bulan ini juga disebut bulan Haji & bulan kurban, ya g'? Dengan begitu, sudah pasti di bulan ini yang namanya jual beli hewan kurban sudah mulai ramai. Termasuk di daerah sekitar rumahku juga begitu. Ada salah satu tetangga, bisa dibilang dia itu sebagai juragan hewan kurban. Sapi & Kambing yang siap di jual buanyak banget. Tapi ada satu hal yang lumayan bikin aku g nyaman dengan kondisi ini. Jadi, juragan itu bikin kandang buat seluruh hewan kurbannya itu persis di belakang rumahnya, yang berarti juga di deket rumahku. Di kanan, kiri, depan, belakang juga ada rumah tetangga yang lainnya.
Aku g nyamaaaaaan banget dengan baunya! apalagi ditambah sekarang ini musim hujan. jadi baunya itu loh kemana mana, pesing banget!bikin mual!bikin pusing!bikin g betah!moso aku di rumah harus nyemprotin pengharum ruangan setiap menit. Ya bengel itu pengharum ruangan ya?!?!?!
Aku g tahaaaaaaaaaaaaan banget dengan kondisi seperti ini!hufht!Kadang tuh pengen banget ngomong protes ke juragan itu sambil bilang "Mbok ya cari tempat lain buat bikin kandang, g kasihan po sama tetangga? dikasih bau kambing yang penguk + pesing gitu. Apalagi di salah satu rumah itu ada bayi yang umurnya baru 1 bulan, khan kasihan!!!" Kadang juengkeeeel banget! Astaghfirulloh... g' punya kecerdasan emosi atau gimana ya?
Aku jadi g betah di rumah sebelum kambing2 itu ludes kejual semua dan dibawa sama yang beli masing masing.
Mungkin aku salah nulis begini, ngeluh begini, ngomong dibelakang, tapip gimana ya? mangkel si hehehe.. tapi yang pasti, kalau aku yang jadi juragannya, aku g akan bikin kandang di daerah pemukiman warga!